Dimiscart Gallery – ZUN, kreator terkenal di balik franchise Touhou Project, baru-baru ini berbicara tentang pandangannya terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam sebuah siaran langsung yang diselenggarakan untuk memperingati peluncuran game Touhou LostWord. ZUN mengungkapkan bahwa meskipun AI dapat menghasilkan karya secara teknis, ia percaya bahwa kreativitas manusia tetap tidak bisa disaingi oleh mesin. Menurutnya, seni sejati terletak pada aspek “manusia” yang terlibat dalam setiap proses kreatif, terutama dalam musik.
“Baca Juga: Masalah Task Manager di Windows 11: Tak Bisa Ditutup, Performa Terpengaruh”
Pandangan ZUN Terhadap Teknologi AI dalam Industri Kreatif
Dalam pernyataan tersebut, ZUN mengakui bahwa AI dapat digunakan untuk menghasilkan karya-karya kreatif dengan cara yang lebih efisien. Namun ia menegaskan bahwa teknologi ini tidak akan bisa mengalahkan semangat kreatif manusia. ZUN berpendapat bahwa AI adalah alat yang dapat membantu, namun hasil akhirnya masih membutuhkan sentuhan manusia. Dalam konteks ini, ZUN memberikan contoh dalam industri musik, yang menurutnya adalah salah satu bagian terbaik dari karya-karya dalam Touhou Project. Ia menekankan bahwa elemen manusia dalam musik adalah hal yang tak bisa digantikan oleh mesin, meskipun teknologi semakin maju.
Kreativitas Manusia vs Bisnis dalam Industri Game
Selain berbicara tentang teknologi AI, ZUN juga memberikan pandangannya mengenai tekanan bisnis dalam industri hiburan. Dalam siaran langsung tersebut, ia mengungkapkan pandangan filosofis tentang kapitalisme yang saat ini menguasai banyak aspek kehidupan, termasuk dunia industri kreatif. ZUN berpendapat bahwa kreativitas yang murni tidak harus selalu terkait dengan tujuan bisnis. Menurutnya, orang harus terus berkreasi untuk alasan kesenangan dan untuk memperbaiki keterampilan mereka. Bukan hanya untuk memenuhi tuntutan pasar atau keuntungan finansial.
Sikap ZUN terhadap Penggunaan AI dalam Game Touhou LostWord
Meskipun ZUN sering mengkritik ketergantungan pada teknologi AI. Ia sendiri juga menggunakan teknologi ini dalam pengembangan Touhou LostWord, yang sempat mendapat kritik. ZUN menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam game tersebut adalah untuk “mengurangi gambar menjadi sekadar alat.” Artinya, ia memandang AI bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, tetapi sebagai alat untuk mempercepat proses dan mempermudah kerja kreatif. Dengan kata lain, ZUN tidak melihat penggunaan teknologi AI sebagai ancaman bagi seniman, melainkan sebagai tambahan yang memperkaya proses penciptaan karya.
Ke depan: Kolaborasi antara Kreativitas Manusia dan AI
Pandangan ZUN ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di dunia industri kreatif, terutama dalam dunia video game. Banyak pengembang besar seperti Hideo Kojima juga berbicara tentang pentingnya kreativitas manusia meskipun teknologi AI semakin maju. Mereka menilai AI sebagai “teman” yang dapat membantu proses kreatif, bukan pengganti dari peran kreator manusia itu sendiri. Bagi ZUN, hal ini sangat penting, karena ia percaya bahwa meskipun teknologi semakin canggih, semangat manusia dalam berkarya tetap menjadi nilai yang tak ternilai.
“Baca Juga: Grokipedia Klaim Saingi Wikipedia, Ternyata Sumber Sama”
Penutup: Kreativitas Tidak Dapat Digantikan Mesin
ZUN, dengan segala pengalaman dan pengaruh yang dimilikinya dalam dunia game, menegaskan bahwa meskipun AI dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai hal secara teknis, kreativitas manusia adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan. Penggunaan teknologi AI dalam karya seni harus tetap berada dalam kendali manusia, agar tidak kehilangan esensi dan nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan pandangannya yang unik, ZUN mengajak para kreator untuk terus berkarya, memperdalam keterampilan mereka, dan menghadapi dunia yang semakin dikuasai oleh teknologi, tanpa melupakan sentuhan pribadi yang membuat setiap karya menjadi istimewa.




Leave a Reply