Dimiscart Gallery – Ubisoft kembali menghadapi gejolak internal setelah proses restrukturisasi berdampak pada sejumlah studio di berbagai negara. Salah satu dampak terbesar terjadi di Ubisoft Barcelona, yang kini menghadapi aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Restrukturisasi yang diumumkan pada awal Juni 2026 mencakup penutupan beberapa studio serta pengurangan tenaga kerja. Langkah tersebut memicu penolakan dari sebagian karyawan yang menilai perusahaan perlu memberikan perlindungan kerja yang lebih kuat di tengah perubahan organisasi.
“Baca Juga: GTA VI Diprediksi Tak Tembus 60 FPS di PS5 Pro”
Restrukturisasi Ubisoft Berdampak pada Studio di Berbagai Negara
Pada awal Juni 2026, Ubisoft mengonfirmasi restrukturisasi lanjutan yang memengaruhi sejumlah studio. Perusahaan menutup studio di Belgrade dan Winnipeg serta melakukan perombakan besar terhadap studio cabangnya di Barcelona.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan struktur organisasi dan operasional. Namun, kebijakan itu juga berdampak langsung pada tenaga kerja di beberapa lokasi.
Di Ubisoft Barcelona, restrukturisasi berujung pada PHK terhadap 51 karyawan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 28 persen dari total tenaga kerja studio sebelum kebijakan diterapkan.
Besarnya jumlah pekerja yang terdampak memicu kekhawatiran mengenai kepastian kerja. Kondisi tersebut kemudian mendorong munculnya aksi protes dari para karyawan.
Hingga saat ini, Ubisoft belum mengumumkan perubahan lebih lanjut terkait keputusan restrukturisasi tersebut. Proses reorganisasi masih menjadi perhatian para pekerja di berbagai studio perusahaan.
Mogok Kerja Digelar Enam Kali Selama Tiga Pekan
Berdasarkan informasi yang beredar, karyawan Ubisoft Barcelona berencana menggelar aksi mogok kerja parsial mulai 30 Juni hingga 16 Juli 2026. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis sore.
Dengan jadwal tersebut, total akan ada enam aksi mogok kerja dalam rentang sekitar tiga pekan. Para pekerja memilih aksi parsial sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan.
Mogok kerja kali ini digagas oleh serikat pekerja yang mewakili karyawan Ubisoft Barcelona. Mereka menilai restrukturisasi telah memberikan dampak besar terhadap stabilitas pekerjaan di studio tersebut.
Aksi ini bukan pertama kalinya terjadi sepanjang 2026. Pada pertengahan Februari lalu, karyawan Ubisoft Barcelona juga menggelar mogok kerja selama tiga hari penuh.
Aksi pada Februari tersebut melibatkan koordinasi lima serikat pekerja asal Prancis. Hal itu menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan di Ubisoft telah menjadi perhatian yang lebih luas di lingkungan perusahaan.
Serikat Pekerja Ajukan Lima Tuntutan kepada Ubisoft
Melalui aksi mogok kerja terbaru, para karyawan mengajukan sejumlah tuntutan kepada manajemen Ubisoft. Fokus utama mereka adalah memperoleh kepastian kerja dan peningkatan kondisi kerja.
Salah satu tuntutan adalah perlindungan terhadap 51 posisi yang terdampak restrukturisasi. Para pekerja berharap perusahaan dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi karyawan yang terkena PHK.
Mereka juga meminta jaminan selama lima tahun agar tidak terjadi gelombang PHK massal di masa mendatang. Usulan tersebut bertujuan meningkatkan rasa aman bagi seluruh tenaga kerja.
Selain itu, karyawan mendesak perusahaan segera merealisasikan promosi jabatan yang sebelumnya telah disepakati. Mereka menilai komitmen tersebut perlu dipenuhi meskipun perusahaan sedang menjalankan restrukturisasi.
Serikat pekerja juga meminta pengembalian kebijakan kerja dari rumah atau work from home hingga 60 persen dari total hari kerja setiap bulan. Fleksibilitas kerja dianggap penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.
Tuntutan terakhir adalah membuka kembali perundingan mengenai kenaikan gaji dan tunjangan sosial. Para pekerja berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Baca Juga: Galaxy Ring 2 Dipastikan Hadir, Samsung Beri Konfirmasi”
Masa Depan Negosiasi Masih Menunggu Keputusan Perusahaan
Hingga kini belum diketahui apakah aksi mogok kerja tersebut akan menghasilkan perubahan kebijakan dari Ubisoft. Perusahaan juga belum memberikan kepastian mengenai respons terhadap seluruh tuntutan yang diajukan serikat pekerja.
Negosiasi antara manajemen dan perwakilan pekerja diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan perkembangan situasi. Kesepakatan yang mengikat secara hukum menjadi salah satu tujuan utama para karyawan.
Restrukturisasi yang dilakukan Ubisoft menunjukkan tantangan besar yang dihadapi industri gim dalam menyesuaikan operasional bisnis. Di sisi lain, para pekerja berupaya memastikan hak dan kepastian kerja tetap terlindungi selama proses tersebut berlangsung.
Perkembangan pembicaraan antara Ubisoft dan serikat pekerja akan menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan. Hasil negosiasi tersebut berpotensi memengaruhi kondisi ketenagakerjaan di Ubisoft Barcelona maupun studio lain yang terdampak restrukturisasi.




Leave a Reply