Dimiscart Gallery – Ubisoft secara diam-diam merilis The Division: Definitive Edition pada 3 Februari 2026. Perilisan ini nyaris tanpa pengumuman resmi dan minim komunikasi publik. Banyak penggemar baru menyadari kehadirannya setelah gim tersebut tersedia di toko digital. Langkah ini mengejutkan komunitas karena sebelumnya Ubisoft sempat memberi sinyal rilis untuk konsol generasi terbaru. Strategi rilis senyap ini langsung memunculkan tanda tanya di kalangan pemain. Tidak sedikit yang merasa ada sesuatu yang sengaja ditutupi. Situasi tersebut memicu spekulasi mengenai isi dan kualitas versi Definitive yang dirilis.
“Baca Juga: Trump Ubah Sikap ke Iran, Harap Ada Kesepakatan”
Harapan Besar Fans terhadap Upgrade Grafis Konsol Generasi Baru
Ketika Ubisoft mengumumkan The Division: Definitive Edition untuk konsol masa kini, ekspektasi penggemar langsung meningkat. Banyak pemain berharap adanya peningkatan visual signifikan dari versi PlayStation 4. Harapan tersebut mengarah pada optimalisasi untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Ekspektasi itu semakin kuat karena tren remaster modern yang menawarkan peningkatan grafis. Contoh sukses seperti Oblivion Remastered memperkuat harapan tersebut. Fans membayangkan resolusi lebih tinggi, frame rate stabil, dan detail visual modern. Namun, ekspektasi tersebut ternyata tidak sejalan dengan realitas rilis.
Muncul Sekilas di Event Jepang Sebelum Menghilang
Sebelum rilis resmi, The Division: Definitive Edition sempat terlihat melalui banner di ajang FPS Day X di Jepang. Kemunculan singkat tersebut memicu antusiasme dan diskusi di komunitas. Namun, setelah itu Ubisoft tidak memberikan informasi lanjutan apa pun. Tidak ada tanggal rilis resmi yang diumumkan ke publik. Game tersebut seolah menghilang dari komunikasi perusahaan. Hingga akhirnya, gim ini mendadak dirilis tanpa promosi besar. Pola komunikasi ini dinilai tidak biasa untuk judul sekelas The Division. Banyak pemain menilai Ubisoft sengaja menurunkan eksposur publik.
Versi Definitive Tanpa Peningkatan Grafis Sama Sekali
Setelah dirilis, fakta yang mengecewakan akhirnya terungkap. The Division: Definitive Edition tidak menghadirkan upgrade grafis apa pun. Gim ini masih menggunakan visual lama yang sama dengan versi Gold Edition sebelumnya. Tidak ada peningkatan tekstur, pencahayaan, atau optimalisasi khusus konsol terbaru. Perbedaan utama hanya terletak pada konten tambahan. Ubisoft menyertakan tiga Season Pass Expansion dan beberapa item kosmetik baru. Namun, inti pengalaman visual tetap identik dengan versi lama. Fakta ini membuat label Definitive dipertanyakan oleh komunitas. Banyak pemain merasa versi ini tidak pantas menyandang status edisi definitif.
“Baca Juga: Inara Rusli Mengadu ke Komnas PA soal Anak Diambil Paksa”
Harga USD 50 Picu Kemarahan Komunitas Pemain
Kekecewaan komunitas memuncak setelah mengetahui harga yang dipatok Ubisoft. The Division: Definitive Edition dijual dengan harga USD 50. Harga tersebut dinilai tidak sebanding dengan konten yang ditawarkan. Tanpa peningkatan grafis, pemain merasa hanya membeli ulang konten lama. Banyak penggemar lama juga sudah memiliki Season Pass sebelumnya. Reaksi negatif pun membanjiri forum dan media sosial. Komunitas menilai kebijakan ini sebagai langkah yang tidak berpihak pada pemain setia. Kasus ini kembali memperburuk citra Ubisoft di mata penggemar. Strategi rilis dan penetapan harga ini menjadi bahan kritik luas di industri gim.




Leave a Reply