Dimiscart Gallery – Komika Pandji Pragiwaksono memberikan klarifikasi terkait sanksi yang dijatuhkan oleh Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pandji diminta untuk membayar 48 ekor kerbau, 48 ekor babi, dan denda sebesar Rp 2 miliar. Sanksi ini muncul akibat materi stand-up comedy yang dianggap menyinggung budaya Toraja.
“Baca Juga: Mingi Ateez Jatuh di Waterbomb Makau, Jari Manis Patah”
Pandji Klaim Masyarakat Toraja Tidak Memberikan Hukuman
Pandji menegaskan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi. Dalam percakapan tersebut, Rukka menyebutkan bahwa masyarakat Toraja sebenarnya tidak memberikan hukuman atau sanksi kepada Pandji. “Menurut Ibu Rukka dan banyak teman-teman Toraja, masyarakat Toraja tuh tidak memberi hukuman,” ujar Pandji dalam wawancara di Jakarta, Kamis (13/11).
Pandji Pertimbangkan Inisiatif untuk Menjaga Hubungan Baik
Meskipun demikian, Pandji menyatakan dirinya tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sejumlah pemberian sebagai bentuk inisiatif pribadi. Ia menjelaskan bahwa pemberian tersebut dimaksudkan untuk menjaga hubungan baik antara dirinya dan masyarakat adat Toraja. “Saya ingin hubungan ini berjalan dengan baik,” tambah Pandji.
Menurutnya, segala hal terkait dengan adat masyarakat Toraja sebaiknya diserahkan kepada Rukka Sombolinggi dan AMAN, yang lebih paham dengan dinamika tersebut.
Pandji Tegaskan Sanksi Tidak Akurat dan Belum Final
Dalam kesempatan yang sama, Pandji menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh TAST tidak akurat dan belum final. Berdasarkan pernyataan Rukka Sombolinggi, sanksi tersebut dianggap belum tepat. “Bukan hanya belum final, tetapi tidak akurat,” tegas Pandji, mengutip pernyataan dari Sekjen AMAN tersebut. Pandji juga menambahkan bahwa proses hukum terkait masalah ini masih berlangsung, dan ia berharap dapat segera diselesaikan dengan cara yang baik dan bijaksana.
Pandji Pragiwaksono Minta Maaf atas Materi Stand-Up yang Menyinggung
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono telah mengunggah permintaan maaf melalui akun Instagram-nya, setelah video stand-up comedy yang dibuatnya pada 2013 kembali viral. Dalam klarifikasinya, Pandji mengakui bahwa materi dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku tersebut bersifat ignorant dan tidak sensitif terhadap budaya Toraja. Pandji mengakui bahwa lelucon tersebut tidak mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai budaya Toraja.
“Baca Juga: Steam Machine: Valve Perkenalkan PC Gaming Mirip Konsol”
Menjaga Keharmonisan antara Budaya dan Hiburan
Kasus ini menggambarkan pentingnya sensitifitas terhadap budaya saat berkarya dalam industri hiburan. Pandji Pragiwaksono, meskipun menghadapi tantangan besar, tetap berkomitmen untuk memperbaiki hubungan dengan masyarakat Toraja. Sementara itu, masyarakat Toraja juga memiliki cara mereka sendiri untuk merespons kejadian ini, yang berpotensi membuka ruang untuk dialog yang lebih terbuka antara budaya dan hiburan. Dalam beberapa bulan ke depan, komunikasi antara Pandji, AMAN, dan masyarakat adat Toraja akan menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.




Leave a Reply