Dimiscart Gallery – Dalam beberapa tahun terakhir, industri video game, khususnya segmen game AAA, mengalami perubahan besar. Banyak developer yang mengeluarkan dana besar untuk menciptakan game dengan kualitas tinggi. Namun tak sedikit yang gagal memenuhi harapan para gamer. Menghadapi kenyataan ini, Meghan Morgan Juinio. Mantan Director of Product Development di Santa Monica Studios. memberikan pandangannya mengenai kondisi industri game saat ini. Dalam wawancara eksklusif bersama PC Gamer di acara Gamescom Asia x Thailand Games Show. Juinio menekankan pentingnya menciptakan game yang menyenangkan (fun), bukan hanya mengandalkan visual atau elemen spektakuler.
“Baca Juga: Poco Pad M1 Hadir dengan Chipset 7s Gen 4 dan Spesifikasi Tangguh”
Fokus Pada Kesenangan, Bukan Hanya Visual
Meghan Morgan Juinio mengungkapkan bahwa game-game AAA yang terus menerus menghabiskan anggaran besar untuk memproduksi visual dan teknologi canggih, seharusnya mengevaluasi kembali pendekatan mereka. Menurutnya, meski grafis atau efek visual menarik, jika gameplay-nya kurang menyenangkan, maka investasi besar dalam proyek tersebut tidaklah bijak. “Game yang hanya mengandalkan visual tanpa memperhatikan aspek gameplay akan berisiko gagal,” ujarnya. Dia menyarankan bahwa fokus harus kembali pada inti permainan, yaitu pengalaman yang menyenangkan bagi pemain.
Produksi Game Blockbuster Tak Selalu Menguntungkan
Juinio juga menjelaskan bahwa produksi game blockbuster dengan anggaran besar yang dilakukan banyak studio besar seharusnya sudah tidak lagi menjadi tren utama. Biaya pengembangan yang terus meningkat, terutama di industri game barat, sering kali tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Hal ini diperparah dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di banyak perusahaan game besar, sebagai dampak dari pengelolaan anggaran yang kurang efektif.
Menurutnya, penting untuk menyadari bahwa durasi permainan yang panjang atau teknologi yang canggih bukanlah kunci utama kesuksesan. Sebuah game yang menawarkan pengalaman seru meski dengan durasi lebih singkat atau tanpa teknologi mutakhir bisa memberikan kepuasan lebih bagi para gamer.
Evaluasi Ulang Target Industri Game AAA
Menghadapi situasi ini, Juinio menegaskan bahwa industri game besar perlu mengevaluasi kembali target dan orientasi mereka. Target “lebih besar, lebih spektakuler” yang selama ini menjadi standar dalam produksi game AAA perlu ditinjau kembali. Juinio berpendapat bahwa yang lebih penting adalah menciptakan pengalaman yang dapat benar-benar dinikmati oleh para pemain. Fokus pada kualitas gameplay dan interaksi yang menarik jauh lebih berharga daripada hanya mengejar kualitas grafis yang semakin canggih.
“Baca Juga: Adobe AI Foundry Luncurkan Layanan Pembuatan Model AI Kustom”
Pelajaran dari Game Kecil: Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas
Juinio juga mencatat bahwa keberhasilan beberapa game yang dikembangkan oleh tim kecil, seperti Clair Obscur Expedition 33, menunjukkan bahwa kualitas tidak selalu tergantung pada skala produksi. Game-game ini dapat memberikan pengalaman yang sangat memuaskan meski tanpa dana besar atau sumber daya yang melimpah. Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan besar untuk tidak selalu berpikir bahwa skala yang lebih besar berarti kualitas yang lebih baik.
Ke depan, industri game diharapkan bisa lebih memprioritaskan kesenangan dan kepuasan pemain, bukan hanya berfokus pada pengeluaran besar untuk menciptakan efek visual. Hal ini akan memungkinkan lebih banyak inovasi dan memperbaiki hubungan antara developer dan gamer.




Leave a Reply