Dimiscart Gallery – Kilang minyak India meningkatkan pembelian minyak Rusia secara signifikan. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan pasokan energi di tengah krisis global. Konflik di Timur Tengah mengganggu distribusi minyak, terutama dari kawasan Teluk.
Menurut sumber industri, India membeli sekitar 60 juta barel minyak untuk pengiriman April 2026. Pembelian ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap kekurangan pasokan energi.
“Baca Juga: Dubes Faisal: Saudi Pertimbangkan Serang Iran”
Lonjakan pembelian menunjukkan respons cepat India terhadap situasi geopolitik yang tidak stabil. Negara tersebut sangat bergantung pada impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Harga Premium hingga USD 15 per Barel di Atas Brent
Minyak Rusia yang dibeli India tidak lagi sepenuhnya berharga diskon. Kargo tersebut dibeli dengan premi antara USD 5 hingga USD 15 per barel di atas harga Brent.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan global di tengah gangguan pasokan. Meskipun sebelumnya dikenal lebih murah, minyak Rusia kini tetap diminati.
Data dari Kpler menunjukkan volume pembelian setara dengan bulan Maret. Namun, angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan Februari.
Lonjakan ini memperlihatkan perubahan strategi pengadaan energi India dalam waktu singkat.
Dispensasi AS Jadi Pemicu Lonjakan Impor Minyak Rusia
Peningkatan pembelian terjadi setelah Amerika Serikat memberikan pengecualian sementara. India diizinkan membeli minyak Rusia yang telah dimuat sebelum 5 Maret 2026.
Kebijakan ini bertujuan menutupi kekurangan pasokan akibat gangguan di Selat Hormuz. Selanjutnya, pengecualian diperluas hingga mencakup kargo yang berada di laut sebelum 12 Maret 2026.
Pejabat India memperkirakan kebijakan ini akan terus diperpanjang. Hal tersebut bergantung pada kondisi distribusi energi global yang masih terganggu.
Langkah ini memberikan ruang bagi India untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Kilang India Kembali ke Pasar Rusia Usai Tekanan AS
Sebelumnya, India sempat mengurangi pembelian minyak Rusia akibat tekanan dari Amerika Serikat. Negara tersebut beralih ke pasokan dari Arab Saudi dan Irak.
Namun, konflik di kawasan Teluk menyebabkan sebagian pasokan tersebut terhambat. Akibatnya, India kembali mengandalkan minyak Rusia sebagai alternatif utama.
Kilang seperti Mangalore Refinery & Petrochemicals Ltd dan Hindustan Mittal Energy Ltd kembali aktif membeli minyak Rusia.
Langkah ini menunjukkan fleksibilitas kebijakan energi India dalam menghadapi krisis global.
“Baca Juga: Windows 11 Bisa Tanpa Login, Microsoft Kaji Ulang”
Diversifikasi Pasokan dan Keuntungan Besar bagi Rusia
Selain Rusia, India juga meningkatkan pembelian dari negara lain. Impor minyak Venezuela untuk April diperkirakan mencapai 8 juta barel.
Diversifikasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan. Strategi ini dinilai penting di tengah konflik yang berkepanjangan.
Di sisi lain, Rusia memperoleh keuntungan besar dari situasi ini. Permintaan tinggi dan harga minyak yang meningkat mendorong pendapatan ekspor Rusia.
Kremlin mencatat pendapatan minyak tertinggi sejak Maret 2022, setelah invasi ke Ukraina dimulai.
Ke depan, dinamika pasar energi global akan sangat dipengaruhi oleh konflik geopolitik. India diperkirakan terus mencari keseimbangan antara keamanan pasokan dan tekanan politik internasional.




Leave a Reply