Dimiscart Gallery – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keterhubungan digital, menjaga persatuan bangsa menjadi tantangan yang semakin kompleks. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan pentingnya menciptakan ruang digital yang sehat agar perbedaan tidak menjadi pemicu perpecahan.
“Baca Juga: Pendapatan Pajak Kripto RI Tembus Rp1,6 Triliun Tahun Ini”
Sekretaris Jenderal Kominfo, Ismail, menyampaikan bahwa informasi keliru, ujaran kebencian, dan intoleransi di ruang digital dapat mengancam kerukunan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberagaman bangsa harus dirawat berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Menurut Ismail, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga kompas moral yang harus menjadi benteng untuk menjaga keutuhan bangsa. Ia mengajak masyarakat agar ruang digital menjadi tempat aman, damai, dan bermanfaat untuk semua warga.
Ismail juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan dalam dunia digital memerlukan kesadaran kolektif. Pengguna internet harus bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi dan menjaga sikap toleransi demi menciptakan lingkungan digital yang positif. Pentingnya nilai Pancasila di ruang digital mengingatkan kita bahwa bangsa Indonesia dibangun dari keberagaman suku, agama, dan budaya. Kominfo ingin memastikan bahwa teknologi dan media digital memperkuat persatuan, bukan malah memperlemah.
Konektivitas Merata dan Peran Artificial Intelligence untuk Mewujudkan Keadilan Sosial Digital
Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, menyoroti urgensi konektivitas internet yang merata di seluruh Indonesia. Menurutnya, akses internet bukan lagi sekadar kemewahan, tetapi hak dasar yang harus dipenuhi pemerintah untuk mencapai keadilan sosial. Nezar menjelaskan bahwa teknologi seperti artificial intelligence (AI) bukan hanya alat bantu, tetapi juga kekuatan transformasi untuk masa depan telekomunikasi Indonesia. AI dapat mempercepat pemerataan layanan digital ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
Generative AI dan agentic AI membuka peluang bagi operator telekomunikasi, termasuk yang skala kecil, untuk meningkatkan efisiensi layanan dan memperbaiki pengalaman pelanggan. Teknologi ini mendukung pengembangan layanan yang lebih inklusif dan mudah diakses. Nezar menekankan bahwa AI tidak hanya tentang efisiensi bisnis, tapi juga menjamin bahwa seluruh warga negara mendapat akses internet yang berkualitas dan setara. Konektivitas merata menjadi kunci utama dalam mewujudkan keadilan sosial digital.
“Baca Juga: Bjorka Klaim Masih Bebas, Retas Situs Badan Gizi Nasional”
Dengan teknologi yang tepat dan kebijakan yang inklusif, Indonesia dapat mempercepat transformasi digital sekaligus menjaga persatuan bangsa. Sinergi antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan konektivitas yang adil.
Ke depan, Kominfo akan terus mendorong pengembangan teknologi dan infrastruktur digital. Hal ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi tanpa memicu konflik atau kesenjangan sosial. Pemerintah berharap bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkuat fondasi persatuan bangsa, tetapi juga mendorong Indonesia menjadi negara digital yang maju dan inklusif di era globalisasi.




Leave a Reply