Dimiscart Gallery – Seorang pria berusia 19 tahun di Inggris dijatuhi hukuman 28 bulan penjara. Ia terbukti melakukan grooming terhadap remaja yang dikenalnya melalui platform Roblox. Kasus ini kembali memicu kekhawatiran terkait keamanan pengguna anak di platform digital.
Pelaku bernama Carlo Tritta, berasal dari Hampshire, Inggris. Ia dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan serius oleh pengadilan setempat. Tuduhan tersebut mencakup perilaku tidak senonoh dan komunikasi seksual dengan anak di bawah umur.
“Baca Juga: Windrose Tetapkan Jadwal Early Access Resmi”
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan platform populer di kalangan anak-anak. Roblox sebelumnya juga kerap dikritik terkait perlindungan pengguna muda.
Kronologi Kasus Bermula dari Pertemuan di Roblox Tahun 2024
Berdasarkan laporan BBC, kasus ini bermula pada tahun 2024. Pelaku bertemu korban yang berusia 14 tahun melalui Roblox. Setelah itu, pelaku mulai membangun hubungan dengan korban secara bertahap.
Setelah mendapatkan kepercayaan, pelaku memindahkan komunikasi ke layanan pesan pribadi. Di platform tersebut, ia mulai mengirim pesan bernuansa seksual kepada korban. Interaksi tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Kasus ini akhirnya terungkap pada Agustus 2025. Ibu korban mulai curiga terhadap perubahan perilaku anaknya. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Penemuan ini menjadi titik awal proses hukum terhadap pelaku. Aparat segera melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti.
Pelaku Lakukan Aksi Agresif dan Melanggar Properti Korban
Selama proses berlangsung, pelaku menunjukkan perilaku yang semakin agresif. Ia bahkan melakukan perjalanan menuju rumah korban. Tindakan ini dilakukan untuk mempertahankan kontak dengan korban.
Pelaku diketahui merusak kamera keamanan di sekitar rumah korban. Ia juga membobol properti untuk memasuki area pribadi korban. Tindakan ini memperburuk dakwaan terhadap dirinya.
Selain itu, pelaku memberikan berbagai hadiah kepada korban. Hadiah tersebut termasuk makanan dan ponsel rahasia. Tujuannya adalah menjaga komunikasi tetap tersembunyi dari pengawasan orang tua.
Perilaku ini menunjukkan pola manipulasi yang sering ditemukan dalam kasus grooming. Pelaku berupaya mengontrol korban melalui pendekatan emosional dan material.
Roblox Kembali Disorot Terkait Keamanan Pengguna Anak
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Roblox. Platform ini sebelumnya telah dikritik karena celah keamanan yang berpotensi disalahgunakan.
Beberapa pihak menilai sistem moderasi masih belum sepenuhnya efektif. Risiko interaksi antara anak dan orang dewasa menjadi perhatian utama. Bahkan, pemerintah Rusia pernah memblokir platform tersebut karena alasan keamanan.
Popularitas Roblox di kalangan anak-anak membuat isu ini semakin penting. Platform digital dengan basis pengguna muda membutuhkan pengawasan ekstra.
Pengamat menilai perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan digital.
“Baca Juga: Dimensity 9600 Pro Diklaim Punya Performa Desktop”
Respons Roblox dan Kekhawatiran Keluarga Korban
Menanggapi kasus ini, Roblox menyampaikan pernyataan resmi. Perusahaan menegaskan memiliki kebijakan ketat terhadap eksploitasi anak. Mereka juga menyebut telah menerapkan sistem keamanan untuk membatasi interaksi berisiko.
Roblox menyatakan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Tujuannya adalah meningkatkan perlindungan pengguna di platform mereka.
Namun, keluarga korban menilai langkah tersebut belum cukup efektif. Ibu korban menyampaikan kekhawatiran terhadap keamanan platform tersebut. Ia menilai Roblox berbahaya jika tidak diawasi dengan ketat.
Menurutnya, akses terbuka bagi pengguna dewasa menjadi celah yang berisiko. Hal ini terutama karena platform tersebut populer di kalangan anak-anak.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan pengguna. Pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia digital dinilai sangat diperlukan.




Leave a Reply