Dimiscart Gallery – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan visi besar negaranya di luar angkasa. Melalui perintah eksekutif terbaru, Trump menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2028. Dokumen kebijakan itu diterbitkan pada Kamis, 18 Desember waktu setempat. Langkah ini menjadi kebijakan luar angkasa besar pertama pada masa jabatan keduanya.
“Baca Juga: Neal Mohan Batasi Ketat Anak Main Media Sosial”
Perintah tersebut menekankan keunggulan strategis Amerika Serikat di luar angkasa. Pemerintah ingin memastikan dominasi teknologi, eksplorasi, dan keamanan antariksa. Kebijakan ini juga mencerminkan persaingan global yang semakin intensif. Luar angkasa kini dipandang sebagai domain strategis setara darat, laut, dan udara.
Strategi Keamanan Antariksa dan Persenjataan Orbit
Perintah eksekutif berjudul Ensuring American Space Superiority menugaskan Pentagon dan badan intelijen. Mereka diminta menyusun strategi keamanan antariksa nasional. Fokusnya mencakup perlindungan aset orbit dan ancaman dari negara lain.
Dokumen itu juga mendorong pengembangan sistem pertahanan berbasis luar angkasa. Salah satunya melalui program pertahanan rudal Golden Dome. Program ini bertujuan menguji teknologi perlindungan dari serangan rudal jarak jauh.
Trump juga menekankan efisiensi kerja sama dengan kontraktor swasta. Perusahaan teknologi dan pertahanan diminta mempercepat inovasi. Pemerintah berharap sektor swasta menjadi tulang punggung pengembangan teknologi antariksa modern.
Penataan Ulang Tata Kelola Kebijakan Luar Angkasa Nasional
Kebijakan baru ini menata ulang koordinasi luar angkasa nasional. Pengawasan kebijakan kini berada di bawah penasihat sains Gedung Putih, Michael Kratsios. Struktur ini dirancang agar pengambilan keputusan lebih terpusat.
Dewan Antariksa Nasional dipastikan tetap beroperasi. Namun, perannya mengalami penyesuaian struktural. Presiden kini dapat langsung memimpin dewan tersebut. Dewan ini akan berada di bawah Kantor Kebijakan Teknologi Gedung Putih. Perubahan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan sipil, militer, dan komersial. Pemerintah ingin menghindari tumpang tindih kebijakan antar lembaga.
Target Bulan 2028 dan Program Artemis NASA
Target pendaratan Bulan 2028 bukanlah gagasan baru. Trump pernah mengusung target serupa pada 2019. Saat itu, pendaratan ditargetkan terjadi pada 2024.
Rencana tersebut tertunda akibat pengembangan roket Space Launch System dan Starship. Meski begitu, fokus Bulan kembali ditegaskan melalui kebijakan terbaru ini. Program Artemis NASA menjadi tulang punggung misi tersebut.
Artemis bertujuan membangun kehadiran manusia jangka panjang di Bulan. Program ini juga menargetkan pendaratan wanita pertama dan astronot kulit berwarna pertama. NASA bekerja sama dengan mitra internasional dan perusahaan swasta. Kebijakan terbaru juga menyerukan pembangunan elemen awal pangkalan Bulan permanen pada 2030. Pangkalan ini berpotensi menggunakan sumber energi nuklir. Infrastruktur tersebut dianggap penting untuk misi jangka panjang.
“Baca Juga: Spotify Alami Kebocoran Data Besar, Ratusan Terabyte Dicuri”
Tantangan Anggaran, China, dan Arah Eksplorasi Masa Depan
Amerika Serikat kini bersaing ketat dengan China dalam eksplorasi Bulan. China menargetkan pendaratan manusia pada 2030. Persaingan ini mendorong AS mempercepat jadwal misi. Namun, tantangan besar muncul dari sisi anggaran. Gedung Putih memangkas jumlah staf NASA sekitar 20 persen. Pemerintah juga mengusulkan pemotongan anggaran hingga 25 persen.
Pemotongan ini berisiko pada banyak program sains prioritas. Sejumlah ilmuwan menyatakan kekhawatiran atas keberlanjutan riset antariksa. Meski begitu, Kongres menekan NASA tetap fokus pada program Bulan. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan visi ganda Bulan dan Mars. Ia menilai AS harus menargetkan keduanya secara bersamaan. Namun, prioritas utama tetap pendaratan Bulan demi keunggulan strategis.
Keberhasilan target 2028 sangat bergantung pada pengembangan Starship SpaceX. Program ini masih menghadapi tantangan teknis dan jadwal. Meski demikian, kebijakan terbaru menegaskan komitmen AS mengukir babak baru eksplorasi antariksa global.




Leave a Reply