Dimiscart Gallery – Dalam beberapa hari terakhir, media sosial ramai membicarakan dugaan kebocoran data besar dari platform komunikasi populer, Discord. Sebuah kelompok peretas mengklaim telah mencuri lebih dari 1,5 terabyte data, termasuk lebih dari dua juta foto verifikasi umur pengguna. Namun, Discord langsung membantah klaim ini dan menyebutnya sebagai informasi yang keliru serta berlebihan.
“Baca Juga: Game AI Besutan Elon Musk Siap Meluncur 2026″
Melalui pernyataan resmi kepada Insider Gaming, juru bicara Discord, Nu Wexler. Menegaskan bahwa jumlah data yang disebutkan oleh peretas tidak sesuai fakta. Ia menjelaskan bahwa sekitar 70.000 akun pengguna yang mungkin terkena dampak. Data tersebut tidak berasal dari server utama Discord. Melainkan dari vendor pihak ketiga yang mengelola layanan pelanggan, khususnya untuk proses verifikasi usia.
Insiden ini bukan merupakan pelanggaran langsung terhadap sistem keamanan Discord. Peretasan justru terjadi pada sistem milik vendor eksternal yang membantu operasional layanan pelanggan. Discord menegaskan bahwa mereka telah menghentikan kerja sama dengan vendor tersebut segera setelah insiden diketahui.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah memberi tahu seluruh pengguna yang terdampak secara langsung dan sedang bekerja sama dengan otoritas perlindungan data. Penegak hukum, serta pakar keamanan siber untuk menangani insiden ini lebih lanjut. Discord juga memastikan sistem yang terdampak telah diamankan sepenuhnya.
Tolak Permintaan Pemerasan, Tegaskan Komitmen Lindungi Data Pengguna
Discord tidak hanya membantah klaim peretas soal volume data yang bocor. Tetapi juga menegaskan bahwa klaim besar itu merupakan bagian dari taktik pemerasan. Perusahaan menolak untuk membayar atau bernegosiasi dengan pihak yang melakukan tindakan ilegal tersebut.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Discord mengungkapkan bahwa data yang terekspos kemungkinan mencakup username, alamat email, alamat IP, dan informasi pembayaran yang terkait dengan proses verifikasi usia. Meskipun sifat datanya cukup sensitif, perusahaan menjamin bahwa tidak semua pengguna terkena dampak secara langsung.
Insiden ini terjadi pada akhir September 2025 dan baru diumumkan ke publik pada 3 Oktober. Sejak saat itu, Discord telah bergerak cepat melakukan mitigasi dengan memutuskan kerja sama dengan vendor yang terkena serangan dan memperketat prosedur keamanan internal.
“Baca Juga: Ubisoft Batalkan Assassin’s Creed dengan Konten Lawan KKK”
Perusahaan juga mengimbau para pengguna untuk tetap waspada dan mengamankan akun mereka, termasuk dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor dan menghindari tautan mencurigakan. Discord menegaskan bahwa mereka memiliki tanggung jawab besar terhadap privasi dan keamanan data pengguna dan akan terus meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah insiden serupa.
Insiden ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya transparansi, tanggung jawab vendor eksternal, serta perlunya sistem pengamanan berlapis dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Discord berharap upaya cepat mereka dalam merespons kejadian ini bisa memulihkan kepercayaan para penggunanya di seluruh dunia.




Leave a Reply