Dimiscart Gallery – Grup band Catzy muncul sebagai representasi skena musik independen dari Pekalongan. Band ini mengusung genre pop punk dengan sentuhan posi hardcore. Catzy beranggotakan Shofia sebagai vokalis, Maruf pada gitar, Syauqi di bass, dan Hakim sebagai drummer. Sejak awal terbentuk, mereka sepakat membangun identitas musik yang tegas. Catzy tidak ingin kehilangan karakter demi mengikuti arus pasar. Pendekatan ini menjadi landasan utama perjalanan bermusik mereka. Di tengah perubahan tren musik yang cepat, Catzy memilih jalur konsistensi. Sikap tersebut menjadi pembeda di antara banyak band pendatang baru. Mereka ingin dikenal karena karakter, bukan sekadar popularitas sesaat.
“Baca Juga: Kenny Austin Sarankan Amanda Manopo Kurangi Kerja Saat Hamil”
Komitmen Tidak Mengikuti Tren Musik Viral
Gitaris Catzy, Maruf, menegaskan bandnya tidak tertarik mengejar genre yang sedang viral. Ia menyebut Catzy akan tetap berada di jalur pop punk yang mereka yakini. Menurut Maruf, konsistensi menjadi nilai penting dalam proses kreatif. Ia menjelaskan bahwa warna musik Catzy memang bervariasi dalam tempo dan nuansa. Ada lagu dengan karakter keras dan ada pula yang lebih pelan. Namun, semuanya masih berada dalam satu benang merah musikal. Maruf menilai mengikuti tren justru berisiko menghilangkan identitas band. Ia tidak mempersoalkan jika genre lain lebih diminati publik. Bagi Catzy, kejujuran bermusik lebih utama dibanding angka popularitas. Pandangan ini mencerminkan sikap dewasa dalam berkarya.
Mini Album Live and Loud Sebagai Pernyataan Sikap
Mini album bertajuk Live and Loud menjadi perwujudan visi bermusik Catzy. Album ini merepresentasikan energi, keresahan, dan karakter para personelnya. Live and Loud berisi enam lagu dengan ragam pendekatan musikal. Dua single yang telah dirilis sebelumnya, Hell’o dan Bad Better, menjadi pintu masuk pendengar. Lagu lain seperti Kill ‘em All, Back to Home, dan Nervous memperkuat nuansa pop punk agresif. Sementara itu, lagu Utara hadir sebagai satu-satunya lagu berbahasa Indonesia. Keberadaan Utara memberi dimensi emosional yang berbeda. Seluruh materi direkam di Ruang Tengah Studio, Pekalongan. Proses rekaman dilakukan secara independen dengan kontrol kreatif penuh. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Catzy.
Proses Kreatif Berbasis Keresahan Personal
Lagu-lagu dalam Live and Loud lahir dari pengalaman dan kegelisahan para personel. Setiap anggota membawa latar belakang dan sudut pandang berbeda. Hal ini membuat tiap lagu memiliki konsep yang tidak seragam. Namun, perbedaan tersebut justru memperkaya karakter album secara keseluruhan. Catzy tidak memaksakan satu formula baku dalam menulis lagu. Mereka membiarkan proses kreatif berkembang secara alami. Maruf menyebut dinamika internal band sangat memengaruhi hasil akhir. Kolaborasi antar personel menjadi kekuatan utama Catzy. Pendekatan ini umum dalam skena pop punk dan hardcore independen. Banyak band besar lahir dari kejujuran mengekspresikan keresahan pribadi. Catzy mengikuti tradisi tersebut dengan caranya sendiri.
“Baca Juga:
Menatap Masa Depan Dengan Konsistensi Dan Evolusi
Meski menolak mengikuti tren secara membabi buta, Catzy tetap terbuka terhadap referensi baru. Maruf mengakui genre yang sedang naik daun bisa menjadi bahan pembelajaran. Referensi tersebut membantu band berkembang tanpa kehilangan identitas. Catzy ingin terus berevolusi secara musikal dan teknis. Mereka juga berkomitmen memperkuat kehadiran di panggung independen. Dengan fondasi yang kuat, Catzy optimistis menghadapi persaingan industri musik. Konsistensi mereka menjadi modal utama untuk jangka panjang. Live and Loud hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang. Ke depan, Catzy berencana memperluas jangkauan pendengar. Mereka ingin membawa nama Pekalongan ke peta musik nasional. Dengan sikap jujur dan kerja kolektif, Catzy berpotensi tumbuh berkelanjutan.




Leave a Reply