Dimiscart Gallery – Setelah penangkapan pria berinisial WFT yang diduga sebagai sosok di balik hacker “Bjorka”, drama dunia maya kembali memanas. Sebuah akun Instagram bernama @bjorkanism mendadak mencuri perhatian publik usai mengunggah sejumlah story yang memancing spekulasi. Akun ini mengklaim bahwa sosok asli Bjorka masih bebas dan bukan orang yang telah ditangkap. Unggahan tersebut langsung menjadi viral dan memicu reaksi warganet yang mulai meragukan kebenaran proses penegakan hukum terkait kasus ini.
“Baca Juga: Bjorka Ditangkap di Sulawesi, Aksi Peretas Akhirnya Terhenti”
Klaim dari Akun @bjorkanism: “Aku Masih Bebas”
Dalam salah satu unggahan story, akun @bjorkanism menuliskan pernyataan yang menantang. Ia mengklaim bahwa WFT, pria yang telah ditangkap oleh polisi, bukanlah dirinya.
“Kamu pikir (orang yang ditangkap) itu aku? Semua orang memakai namaku, tapi kamu tidak menyadari kalau aku masih BEBAS,” tulisnya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang sempat muncul ke publik pada 2022. Saat kasus peretasan Bjorka mencapai puncak sorotan nasional.
Pernyataan tersebut seolah menjadi bentuk perlawanan terhadap narasi resmi dari kepolisian. Yang menyatakan telah menangkap seseorang yang menggunakan inisial Bjorka dalam aktivitas ilegal.
Ancaman Baru: Targetkan Badan Gizi Nasional
Selain pernyataan klaim kebebasan, akun @bjorkanism juga mengunggah tangkapan layar yang berisi daftar alamat satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai daerah. Daftar tersebut diduga merujuk pada fasilitas pendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Halo Badan Gizi,” tulis akun tersebut dalam unggahan lainnya, disertai emoji jari tengah sebagai bentuk ejekan. Ini memicu kekhawatiran baru bahwa akun ini sedang merencanakan serangan siber terhadap infrastruktur publik di sektor pangan dan kesehatan.
Jika benar demikian, maka ini bisa menjadi indikasi bahwa motif serangan Bjorka bukan hanya soal data, tetapi juga bentuk sabotase terhadap program strategis nasional.
Aktivitas Akun Didukung oleh Jejak Digital Lama
Akun @bjorkanism terdaftar sejak September 2015 dan telah mengganti nama lima kali, menurut informasi dari Instagram. Saat ini akun tersebut memiliki lebih dari 57 ribu pengikut. Menariknya, bio dari akun ini menyematkan kalimat provokatif “STOP BEING AN IDIOT”, serta tautan resmi dari Kominfo yang mengarah ke halaman akun tersebut.
Tautan yang dimaksud adalah komin.fo/bjorka, sebuah URL pendek yang sebelumnya digunakan oleh Kominfo (kini bernama Komdigi) untuk kampanye digital. Fakta bahwa tautan resmi pemerintah mengarah ke akun tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya celah keamanan dalam sistem pemendek URL milik pemerintah.
“Baca Juga: Mantan Petinggi: Microsoft Berhenti Fokus pada Konsol Xbox”
Misteri Identitas Bjorka Masih Belum Terjawab
Meskipun polisi telah menangkap WFT, pemuda 22 tahun asal Minahasa, dan mengonfirmasi bahwa ia menggunakan nama Bjorka dalam sejumlah aksi digital, pihak berwenang belum sepenuhnya menyimpulkan bahwa WFT adalah Bjorka utama.
“Kami perlu pendalaman lebih dalam lagi terkait bukti-bukti dan jejak digital,” ujar perwakilan dari tim penyidik. Hal ini sejalan dengan situasi di dunia maya, di mana satu nama bisa digunakan oleh banyak orang untuk berbagai motif.
Munculnya akun @bjorkanism memperkuat kemungkinan bahwa Bjorka adalah jaringan atau simbol kolektif, bukan individu tunggal. Hal ini menambah kompleksitas dalam upaya penegakan hukum dunia siber, sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia digital sangat rentan terhadap manipulasi identitas.
Dalam waktu dekat, publik dan aparat penegak hukum akan terus menanti perkembangan kasus ini. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sistem keamanan digital, serta memberi edukasi publik agar tidak mudah terprovokasi oleh akun anonim yang menyebarkan ancaman di ruang siber.




Leave a Reply