Dimiscart Gallery – Pemain Rainbow Six Siege kembali menghadapi masalah serius yang memengaruhi akses mereka ke dalam game. Sejumlah pemain melaporkan akun mereka tiba-tiba diblokir tanpa penjelasan yang jelas. Insiden ini terjadi tidak lama setelah Ubisoft memulihkan layanan game tersebut pada akhir 2025. Sebelumnya, Ubisoft sempat mematikan seluruh layanan Rainbow Six Siege akibat gangguan besar pada server. Masalah terbaru ini memunculkan kekhawatiran bahwa sistem game kembali mengalami gangguan serius.
“Baca Juga: Proyeksi Penjualan ARC Raiders Capai 12 Juta Copy”
Gangguan Server Rainbow Six Siege di Penghujung 2025
Masalah ini berakar dari gangguan server besar yang terjadi pada penghujung Desember 2025. Ubisoft saat itu mengambil langkah drastis dengan menonaktifkan seluruh layanan Rainbow Six Siege. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki kerusakan sistem yang diduga berasal dari serangan hacker. Penonaktifan layanan berlangsung selama beberapa waktu dan berdampak pada seluruh pemain global. Ubisoft menyatakan tindakan itu diperlukan demi menjaga stabilitas dan keamanan sistem. Setelah proses perbaikan selesai, layanan kembali diaktifkan secara bertahap. Namun, pemulihan tersebut tampaknya belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan teknis yang ada.
Laporan Pemblokiran Akun Selama 67 Hari
Masalah baru mencuat ketika pemain kembali dapat mengakses game. Sejumlah akun dilaporkan terkena pemblokiran secara tiba-tiba. Laporan ini pertama kali diangkat oleh media game Dexerto. Pemain yang terdampak menerima notifikasi pemblokiran selama 67 hari. Alasan yang tercantum dalam sistem adalah pelanggaran berupa “harassment” atau pelecehan. Para pemain mengaku tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Pemblokiran tanpa kejelasan ini memicu kebingungan dan kemarahan di komunitas Rainbow Six Siege.
Indikasi Serangan Pihak Luar pada Sistem Ubisoft
Dugaan serangan hacker kembali menguat setelah muncul temuan teknis tambahan. Akun Twitter vxunderground melaporkan adanya pola pemblokiran yang tidak wajar. Komunitas kemudian mengaitkan durasi 67 hari dengan meme viral “67” yang sempat populer pada 2025. Ketika pemain memeriksa status layanan melalui situs resmi Ubisoft, muncul peringatan khusus. Situs tersebut menampilkan informasi tentang “empat isu yang tidak terencana”. Peringatan ini mengindikasikan adanya gangguan eksternal terhadap sistem server. Banyak pemain menduga sistem moderasi atau keamanan telah disusupi pihak luar.
“Baca Juga: Tarif Furnitur Ditunda, Trump Ambil Langkah Baru”
Dampak bagi Komunitas dan Sikap Ubisoft ke Depan
Hingga kini, Ubisoft belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang pemblokiran terbaru ini. Ketiadaan klarifikasi membuat spekulasi berkembang di kalangan pemain. Banyak anggota komunitas menuntut transparansi dan penjelasan teknis dari pihak pengembang. Sebagian pemain khawatir keamanan data akun dan histori permainan ikut terancam. Situasi ini juga berpotensi merusak kepercayaan pemain terhadap layanan daring Ubisoft. Jika tidak segera ditangani, masalah ini dapat berdampak jangka panjang pada reputasi Rainbow Six Siege. Kejelasan sikap dan langkah perbaikan dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan komunitas ke depan.




Leave a Reply