Dimiscart Gallery –HMD kembali memperluas jajaran feature phone dengan meluncurkan Nokia 123 Shield di sejumlah pasar. Perangkat ini diperkenalkan sebagai feature phone paling terjangkau yang menawarkan perlindungan terhadap air dan debu.
Berbeda dengan tren smartphone modern yang mengedepankan layar besar dan fitur canggih, Nokia 123 Shield hadir dengan konsep sederhana. Fokus utamanya adalah menghadirkan perangkat komunikasi yang tangguh untuk digunakan dalam berbagai kondisi.
“Baca Juga: realme Hentikan Rencana Rilis GT 9 dan Neo 9″
Melalui perangkat ini, HMD menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel andal untuk aktivitas harian. Ketahanan fisik menjadi salah satu nilai jual utama yang ditawarkan dibanding feature phone konvensional.
Nokia 123 Shield Dirancang untuk Pengguna yang Sering Bekerja di Lapangan
Menurut HMD, sebagaimana dirangkum GSMArena pada 23 Juli 2026, Nokia 123 Shield mampu bertahan dari tetesan hujan, cipratan air, serta paparan debu. Kemampuan tersebut membuat perangkat lebih siap digunakan di lingkungan kerja yang menantang.
Menariknya, HMD tidak mencantumkan sertifikasi IP resmi seperti yang umum ditemukan pada smartphone modern. Perusahaan hanya menjelaskan bahwa perangkat memenuhi kriteria IP65 berdasarkan standar IEC 60529.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Nokia 123 Shield dirancang mengikuti standar ketahanan tertentu. Namun, HMD tidak mengklaim perangkat telah memperoleh sertifikasi IP secara resmi.
Perusahaan mengatakan feature phone ini ditujukan bagi pekerja yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Pengguna di sektor konstruksi, pertanian, maupun pekerjaan lapangan lainnya menjadi sasaran utama perangkat ini.
Untuk mendukung penggunaan tersebut, sisi bodi Nokia 123 Shield menggunakan tekstur anti-selip. Desain tersebut membantu pengguna mempertahankan genggaman meski tangan dalam kondisi lembap.
Selain itu, bagian bawah perangkat dilengkapi pelindung berbahan karet. Komponen tersebut berfungsi melindungi port pengisian daya dan jack headphone dari paparan debu maupun cipratan air.
Nokia 123 Shield Masih Mengandalkan Jaringan 2G untuk Komunikasi
Meski HMD telah menghadirkan banyak feature phone dengan dukungan jaringan 4G, Nokia 123 Shield tetap menggunakan konektivitas 2G. Keputusan tersebut menjadi salah satu perbedaan utama dibanding beberapa produk terbaru perusahaan.
Hingga kini HMD belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penggunaan jaringan tersebut. Namun, jaringan 2G masih tersedia di sejumlah negara Eropa tempat perangkat ini dipasarkan.
Untuk kebutuhan komunikasi dasar, jaringan tersebut dinilai masih memadai. Pengguna tetap dapat melakukan panggilan suara dan mengirim pesan singkat tanpa kendala berarti.
HMD juga mengklaim Nokia 123 Shield telah dioptimalkan agar menghasilkan kualitas panggilan yang stabil. Perusahaan menyebut kemampuan menangkap sinyal perangkat lebih baik dibanding beberapa feature phone 2G lain di pasaran.
Fokus terhadap kualitas komunikasi menjadi salah satu alasan penggunaan perangkat ini. Bagi pengguna yang hanya membutuhkan fungsi dasar, jaringan 2G masih dianggap mencukupi.
Spesifikasi Nokia 123 Shield Mengutamakan Fungsi Dasar dan Daya Tahan
Dari sisi perangkat keras, Nokia 123 Shield ditenagai chipset Unisoc SC6531E. Ponsel ini menjalankan sistem operasi S30+ yang memang dirancang untuk feature phone.
Perangkat dibekali RAM sebesar 4 MB dan penyimpanan internal 4 MB. Kapasitas tersebut masih dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 32 GB.
Di bagian depan terdapat layar berukuran 2,4 inci dengan resolusi QVGA. Ukuran tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan navigasi menu dan membaca pesan.
Pada bagian belakang tersedia kamera beresolusi QVGA. Kamera tersebut ditemani lampu LED yang dapat membantu pengambilan gambar dalam kondisi pencahayaan terbatas.
Meski kemampuan kameranya sederhana, fitur tersebut tetap berguna untuk kebutuhan dokumentasi ringan. Kehadiran lampu LED juga dapat dimanfaatkan sebagai senter saat diperlukan.
Nokia 123 Shield menggunakan baterai berkapasitas 1.750 mAh yang dapat dilepas. Konsep baterai yang bisa diganti sendiri masih menjadi salah satu ciri khas feature phone.
Menurut HMD, baterai tersebut mampu bertahan hingga 19 hari dalam mode siaga. Untuk panggilan telepon, perangkat diklaim sanggup digunakan hingga 27,9 jam.
Daya tahan baterai yang panjang menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini. Pengguna tidak perlu sering mengisi ulang daya selama penggunaan normal.
“Baca Juga: Windows 11 Bakal Lebih Hemat RAM Berkat Pembaruan Baru”
Peluang Nokia 123 Shield Masuk Indonesia Dinilai Sangat Kecil
Meski menawarkan ketahanan yang menarik, peluang Nokia 123 Shield hadir secara resmi di Indonesia diperkirakan cukup kecil. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan jaringan 2G sebagai konektivitas utama.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong penghentian layanan jaringan 2G secara bertahap. Kebijakan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan spektrum untuk teknologi jaringan yang lebih modern.
Dengan kondisi tersebut, perangkat yang hanya mendukung jaringan 2G memiliki keterbatasan untuk dipasarkan di Indonesia. HMD kemungkinan perlu melakukan penyesuaian apabila ingin membawa produk ini ke pasar domestik.
Salah satu opsi yang memungkinkan adalah menghadirkan versi dengan dukungan jaringan 4G. Langkah tersebut akan membuat perangkat lebih sesuai dengan perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
Hingga saat ini, HMD belum mengumumkan rencana peluncuran Nokia 123 Shield di luar pasar yang telah ditentukan. Karena itu, kehadiran feature phone ini di Indonesia masih bergantung pada strategi perusahaan dan dukungan jaringan yang digunakan pada versi mendatang.




Leave a Reply