Dimiscart Gallery – Produsen laptop modular Framework menyampaikan prediksi mengejutkan terkait harga komponen. Harga RAM dan SSD diperkirakan masih mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Informasi ini muncul dalam pembaruan bulanan terbaru perusahaan. Framework menilai krisis memori global belum sepenuhnya berakhir. Kondisi pasar masih menunjukkan ketidakstabilan harga komponen utama. Situasi ini berdampak langsung pada industri perangkat keras secara luas. Pengguna dan produsen diperkirakan akan terus menghadapi fluktuasi harga.
“Baca Juga: MacBook Neo Terlalu Laris, Kirim Ditunda”
Laporan tom’sHardware Ungkap Penyebab Utama Kenaikan
Berdasarkan laporan dari Tom’s Hardware, kenaikan harga dipicu perubahan sumber stok. Framework sebelumnya menggunakan inventaris lama dengan harga lebih murah. Namun, stok tersebut kini telah habis di pasaran. Perusahaan mulai beralih ke pasokan baru dengan harga lebih tinggi. Perubahan ini menyebabkan lonjakan biaya produksi secara signifikan. Ketersediaan komponen murah semakin terbatas di pasar global. Akibatnya, harga produk akhir ikut terdampak.
SSD 4TB dan Memori DDR5 Jadi Paling Terdampak
Dampak kenaikan harga paling terasa pada komponen berkapasitas besar. SSD dengan kapasitas 4TB mengalami lonjakan harga cukup tajam. Selain itu, modul memori DDR5 dan LPDDR5X juga ikut terdampak. Kedua jenis memori tersebut kini menjadi standar pada perangkat modern. Permintaan tinggi memperburuk tekanan pada harga pasar. Kondisi ini membuat produsen harus menyesuaikan strategi produksi. Konsumen pun berpotensi menghadapi harga perangkat yang lebih mahal.
Kenaikan ini juga dapat memperlambat siklus pembaruan perangkat di kalangan pengguna. Selain itu, produsen mungkin akan menawarkan varian dengan spesifikasi lebih rendah untuk menjaga daya beli pasar. Dalam jangka panjang, stabilitas harga sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan global.
Perangkat AMD Strix Halo Ikut Kena Penyesuaian Harga
Framework juga melakukan penyesuaian pada perangkat kelas tinggi mereka. Laptop yang menggunakan chip AMD Strix Halo mengalami kenaikan harga. Penyesuaian terutama terjadi pada konfigurasi memori 128GB. Biaya produksi yang meningkat memaksa perusahaan menaikkan harga jual. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan produksi. Segmen premium menjadi salah satu yang paling terdampak. Konsumen kelas atas harus menyiapkan anggaran lebih besar.
“Baca Juga: Kasus Predator Anak di Inggris Libatkan Roblox Lagi”
Ekosistem Modular Turut Terimbas Lonjakan Harga
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada laptop utama. Ekosistem modular juga ikut terkena dampak signifikan. Komponen seperti Storage Expansion Cards mengalami tekanan biaya. Produk ini mengandalkan teknologi NAND flash yang sedang langka. Ketersediaan NAND menjadi faktor penting dalam rantai pasok. Framework memprediksi harga komponen ini akan terus naik. Lonjakan harga diperkirakan semakin terasa menjelang akhir tahun. Situasi ini menunjukkan bahwa krisis memori masih berlanjut dan belum mencapai titik stabil.




Leave a Reply