Dimiscart Gallery – Kasus penolakan garansi komponen komputer kembali menjadi perhatian komunitas teknologi. Seorang pembeli bernama Goran melaporkan pengalaman buruk saat mencoba mengklaim garansi RAM DDR5 yang rusak.
Insiden ini menjadi viral setelah dibahas dalam video terbaru kanal teknologi Hardware Unboxed. Video tersebut mengangkat dugaan praktik yang merugikan konsumen oleh salah satu retailer perangkat keras besar di Australia.
“Baca Juga: SK Hynix Perkenalkan RAM LPDDR6 1c Lebih Cepat”
Kasus bermula ketika Goran mengembalikan RAM Corsair DDR5 berkapasitas 32 GB yang mengalami kerusakan. Ia membawa komponen tersebut ke retailer Umart untuk mengajukan klaim garansi resmi.
Namun alih-alih mendapatkan penggantian unit baru, Goran justru menerima keputusan yang tidak lazim dari pihak toko. Keputusan tersebut kemudian memicu kritik dari komunitas teknologi dan konsumen.
Retailer Umart Tolak Penggantian RAM Meski Cacat Terverifikasi
Menurut laporan Hardware Unboxed, pihak retailer melakukan pengujian internal terhadap RAM yang dikembalikan. Hasil pengujian tersebut mengonfirmasi bahwa komponen memang mengalami kecacatan.
Biasanya, dalam kondisi seperti ini konsumen berhak menerima unit pengganti sesuai kebijakan garansi produk. Namun retailer Umart memilih pendekatan berbeda dalam menangani klaim tersebut.
Toko tersebut menolak memberikan unit pengganti kepada pelanggan. Sebagai gantinya, mereka menawarkan pengembalian dana sesuai harga pembelian awal.
Goran membeli RAM tersebut pada tahun 2024 dengan harga sekitar 155 dolar Australia. Pihak toko menyatakan bahwa pengembalian dana sebesar itu merupakan solusi yang mereka tawarkan.
Keputusan tersebut langsung memicu kritik karena nilai refund tersebut tidak mencerminkan harga pasar saat ini.
Harga RAM DDR5 Melonjak Empat Kali Lipat Akibat Krisis Chip
Masalah menjadi lebih kompleks karena harga RAM DDR5 mengalami kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Krisis pasokan chip memori membuat harga komponen tersebut melonjak drastis di pasar global.
Unit RAM yang sama kini dilaporkan memiliki harga sekitar 600 dolar Australia. Angka tersebut hampir empat kali lipat lebih mahal dibandingkan harga pembelian awal.
Dengan refund sebesar 155 dolar Australia, konsumen tidak dapat membeli kembali RAM yang sama di pasaran. Situasi ini membuat konsumen merasa dirugikan oleh kebijakan retailer.
Kenaikan harga komponen komputer bukanlah fenomena baru. Namun biasanya garansi produk tetap memberikan penggantian unit tanpa mempertimbangkan perubahan harga pasar.
Karena itu keputusan retailer menolak penggantian unit dinilai tidak lazim oleh banyak pengamat industri teknologi.
Alasan Retailer Disebut Tidak Masuk Akal oleh Komunitas Teknologi
Alasan yang diberikan oleh pihak retailer juga memicu perdebatan luas di komunitas teknologi. Pihak toko menyatakan bahwa memberikan unit pengganti dapat dianggap sebagai “upgrade” bagi konsumen.
Menurut retailer, harga RAM yang meningkat membuat unit pengganti memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan saat pembelian awal. Oleh karena itu mereka menilai penggantian unit tidak sesuai kebijakan internal.
Argumen tersebut dianggap tidak masuk akal oleh banyak pengguna teknologi. Garansi produk biasanya menjamin penggantian barang rusak dengan unit yang sama atau setara.
Harga pasar yang berubah biasanya tidak memengaruhi kewajiban garansi dari retailer atau produsen. Karena itu alasan tersebut dianggap sebagai upaya menghindari tanggung jawab garansi.
Kontroversi ini semakin menarik perhatian setelah video Hardware Unboxed mulai beredar luas di internet.
“Baca Juga: Soundcore Boom Go 3i Debut sebagai Speaker IP68″
Kontroversi Makin Memanas Setelah Stok Pengganti Diduga Masih Ada
Situasi semakin memanas ketika muncul informasi bahwa unit pengganti sebenarnya masih tersedia. Menurut laporan yang beredar, stok RAM yang sama masih cukup banyak di gudang retailer.
Jika informasi ini benar, keputusan menolak penggantian unit menjadi semakin sulit dipahami. Konsumen menilai toko sengaja menghindari kerugian akibat kenaikan harga komponen.
Selain itu muncul tuduhan bahwa retailer menahan unit RAM yang rusak milik pelanggan. Akibatnya Goran tidak dapat mengajukan klaim garansi langsung kepada produsen Corsair.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tekanan terhadap konsumen. Dengan tidak memegang unit rusak, pelanggan kehilangan opsi untuk melakukan klaim melalui jalur lain.
Kasus ini akhirnya menjadi perbincangan luas setelah diliput oleh Hardware Unboxed. Kanal tersebut menduga retailer berusaha mengambil keuntungan dari selisih harga pasar yang melonjak tinggi.




Leave a Reply