Dimiscart Gallery – ASUS resmi mengumumkan ExpertCenter Pro ET900N G3 di ajang CES 2026. Perangkat ini diposisikan sebagai workstation ekstrem dengan spesifikasi setara data center. ASUS secara terbuka menyebut sistem ini bukan ditujukan untuk pengguna umum. ExpertCenter Pro ET900N G3 dirancang untuk peneliti, pengembang AI, dan data scientist. Kelompok pengguna tersebut membutuhkan daya komputasi sangat besar dalam satu sistem lokal. Peluncuran ini menegaskan langkah ASUS masuk lebih jauh ke segmen komputasi AI kelas enterprise.
“Baca Juga: NVIDIA Resmi Umumkan Monitor G-SYNC Pulsar”
Pendekatan deskside supercomputer menjadi fokus utama produk ini. ASUS ingin membawa kemampuan komputasi berskala besar langsung ke meja kerja. Dengan cara ini, proses pengembangan dan pelatihan AI dapat dilakukan tanpa ketergantungan penuh pada cloud. Strategi ini relevan di tengah meningkatnya kebutuhan pemrosesan data berskala masif. ASUS melihat tren AI berkembang lebih cepat dibanding kemampuan workstation konvensional.
Superchip NVIDIA GB300 Grace Blackwell Jadi Andalan Utama
Inti dari ExpertCenter Pro ET900N G3 adalah penggunaan superchip AI NVIDIA GB300 Grace Blackwell. Chip ini dirancang untuk menangani beban kerja AI tingkat lanjut. NVIDIA GB300 menawarkan performa AI hingga 20 PFLOPS atau petaflop. Skala ini ribuan kali lipat lebih tinggi dibanding workstation berbasis teraflop. ASUS menanamkan chip ini sebagai solusi komputasi terpadu untuk AI generatif dan analitik kompleks.
NVIDIA GB300 memadukan CPU Grace dan GPU Blackwell dalam satu arsitektur terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan komunikasi data berjalan lebih efisien. Proses pelatihan model AI besar dapat dilakukan dengan latensi lebih rendah. ASUS memanfaatkan keunggulan ini untuk menghadirkan performa stabil dalam satu sistem. Dengan demikian, pengembang tidak perlu lagi menggabungkan banyak GPU terpisah.
Unified Memori 775 GB untuk Beban Kerja AI Skala Besar
Salah satu sorotan utama ExpertCenter Pro ET900N G3 adalah unified memori sebesar 775 GB. Kapasitas ini jauh melampaui workstation kelas atas konvensional. ASUS menyebut memori tersebut setara dua kali lipat gabungan empat GPU workstation. Unified memori memungkinkan CPU dan GPU mengakses data yang sama tanpa duplikasi. Hal ini sangat penting untuk beban kerja AI berskala besar.
Dengan kapasitas memori sebesar itu, pengguna dapat menjalankan model AI berparameter besar. Proses training dan inference dapat dilakukan lebih efisien. Pengembang tidak perlu sering memecah dataset atau model. Hal ini berpotensi mempercepat siklus eksperimen secara signifikan. ASUS menilai pendekatan unified memori menjadi kunci dalam pengembangan AI generatif modern.
Arsitektur NVIDIA DGX Station dan Ekosistem Software AI
ExpertCenter Pro ET900N G3 menjadi salah satu sistem pertama yang mengusung arsitektur NVIDIA DGX Station. Arsitektur ini biasanya ditemukan di lingkungan data center atau riset skala besar. Dengan membawa DGX Station ke bentuk deskside, ASUS membuka akses lebih luas ke komputasi AI kelas atas. Sistem ini memungkinkan pengguna menjalankan workload AI kompleks tanpa infrastruktur server besar.
ASUS juga membekali ET900N G3 dengan dukungan software AI dari NVIDIA. Ekosistem tersebut mencakup library, framework, dan tool yang sudah terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan sistem siap digunakan sejak awal. Pengembang tidak perlu melakukan konfigurasi rumit. ASUS menilai kesiapan ekosistem menjadi faktor penting untuk adopsi di lingkungan profesional.
“Baca Juga: Assassin’s Creed Hexe Dipimpin Kreator Arkham Origins”
Peran Supercomputer AI Deskside di Masa Depan
ASUS melihat perkembangan AI berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Model AI semakin besar dan kompleks. Kebutuhan komputasi pun meningkat secara eksponensial. Dalam konteks tersebut, ASUS menyebut supercomputer AI deskside akan menjadi perangkat esensial. Sistem seperti ExpertCenter Pro ET900N G3 diproyeksikan menjadi standar baru di lingkungan riset dan pengembangan.
Dengan membawa performa data center ke meja kerja, produktivitas dapat ditingkatkan. Proses eksperimen tidak lagi terhambat keterbatasan perangkat. Selain itu, ketergantungan pada layanan cloud dapat dikurangi. Hal ini relevan bagi organisasi yang mengutamakan kontrol data dan keamanan. ExpertCenter Pro ET900N G3 menunjukkan visi ASUS terhadap masa depan komputasi AI profesional.




Leave a Reply