Dimiscart Gallery – Industri memori kembali memberikan peringatan mengenai potensi kenaikan harga perangkat gaming dalam beberapa tahun mendatang. Apacer memprediksi pasokan DRAM dapat turun drastis pada 2027 karena produsen memori semakin memprioritaskan kebutuhan industri kecerdasan buatan atau AI. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga PC gaming, laptop, kartu grafis, hingga konsol.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga berbagai komponen komputer telah mengalami fluktuasi akibat perubahan rantai pasok global. Kini, tekanan baru muncul dari sektor memori yang diperkirakan akan menghadapi keterbatasan pasokan. Jika proyeksi tersebut menjadi kenyataan, biaya produksi berbagai perangkat elektronik diperkirakan kembali meningkat.
“Baca Juga: Xbox Tetap Dijual Rugi Meski Microsoft Naikkan Harga”
Apacer Sebut Produksi DRAM Berpotensi Turun hingga 70 Persen
Peringatan tersebut disampaikan oleh Apacer, salah satu produsen memori dan perangkat penyimpanan terbesar di dunia. C.K. Chang selaku pimpinan perusahaan memperkirakan pasokan DRAM dapat menyusut hingga sekitar 70 persen pada 2027.
Penurunan itu berarti jumlah chip memori yang digunakan pada komputer, laptop, kartu grafis, dan konsol akan jauh lebih sedikit dibandingkan saat ini. Kondisi tersebut diperkirakan memberikan tekanan terhadap ketersediaan komponen di pasar.
Prediksi Apacer juga sejalan dengan pernyataan CEO SK Hynix yang sebelumnya memperingatkan potensi tantangan serupa pada 2027. Kesamaan pandangan dari dua pelaku industri tersebut menunjukkan bahwa perubahan produksi memori menjadi perhatian serius bagi sektor teknologi.
Meski demikian, penyebab utama bukan berasal dari meningkatnya permintaan perangkat gaming. Faktor terbesar justru berasal dari perubahan prioritas produksi yang dilakukan produsen memori.
Industri AI Mendorong Produsen Memori Beralih ke High Bandwidth Memory
Produsen memori saat ini semakin memusatkan perhatian pada produksi High Bandwidth Memory atau HBM. Jenis memori tersebut banyak digunakan untuk akselerator AI dan pusat data yang membutuhkan bandwidth sangat tinggi.
HBM menawarkan nilai ekonomi yang lebih besar dibandingkan DRAM konvensional. Margin keuntungan yang lebih tinggi membuat banyak produsen mengalihkan sebagian kapasitas produksinya ke segmen tersebut.
Perubahan tersebut mengurangi kapasitas yang tersedia untuk memproduksi DRAM konvensional. Akibatnya, pasokan RAM yang digunakan pada perangkat gaming dan komputer pribadi menjadi semakin terbatas.
Perkembangan industri AI dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi. Permintaan tersebut mendorong produsen memori menyesuaikan strategi produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Harga PC Gaming, Laptop, VGA, dan Konsol Berpotensi Meningkat
Berkurangnya pasokan DRAM diperkirakan akan memberikan efek berantai terhadap industri perangkat keras. Salah satu dampak yang paling mungkin terjadi adalah kenaikan harga modul RAM untuk komputer desktop.
Selain itu, biaya produksi laptop gaming juga berpotensi meningkat karena penggunaan memori menjadi salah satu komponen utama dalam perangkat tersebut. Kondisi serupa dapat dirasakan oleh produsen kartu grafis yang juga membutuhkan memori berkapasitas tinggi.
Industri konsol diperkirakan menghadapi tantangan yang sama. Kenaikan harga komponen memori dapat meningkatkan biaya produksi perangkat sehingga produsen perlu menyesuaikan strategi harga di masa mendatang.
Apabila biaya produksi terus bertambah, sebagian beban tersebut berpotensi diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga produk. Situasi ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi pengguna yang berencana merakit PC baru atau membeli perangkat gaming.
“Baca Juga: Cincin Pintar Hadir dengan Fitur Cek Gula Darah dari Keringat”
Tren Kenaikan Biaya Komponen Sudah Mulai Terlihat Tahun Ini
Sinyal mengenai meningkatnya biaya perangkat keras sebenarnya telah terlihat sepanjang tahun ini. Sejumlah produsen telah melakukan penyesuaian harga karena biaya komponen yang terus meningkat.
Microsoft juga sebelumnya mengungkapkan bahwa bisnis perangkat keras Xbox masih menghadapi tekanan. Perusahaan bahkan dikabarkan masih menanggung kerugian pada setiap unit konsol yang dijual meski harga perangkat telah mengalami kenaikan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan di industri semikonduktor memiliki dampak langsung terhadap berbagai kategori produk elektronik. Ketika pasokan komponen utama semakin terbatas, produsen harus mencari cara untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual.
Prediksi Apacer memperlihatkan bagaimana pertumbuhan industri AI mulai memengaruhi sektor teknologi yang lebih luas. Selama produsen memori terus memprioritaskan produksi HBM untuk pusat data AI, pasokan DRAM diperkirakan tetap berada dalam tekanan. Jika kondisi tersebut berlanjut hingga 2027, harga PC gaming, laptop, kartu grafis, dan konsol berpotensi mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan saat ini.




Leave a Reply