Dimiscart Gallery – Pasar kacamata pintar di Tiongkok diperkirakan mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) menyebutkan bahwa pengiriman unit kacamata pintar dapat mencapai 2,9 juta unit, meningkat sebesar 121 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Baca Juga: Xiaomi Kembangkan Xring O2, Cincin Pintar Meluncur 2026″
Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan tren penggunaan perangkat wearable, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen terhadap perangkat pintar yang semakin terjangkau dan bermanfaat. Penurunan harga serta adopsi fitur berbasis kecerdasan buatan menjadi faktor utama pendorong minat pasar.
Penjualan Kuartal Pertama 2025 Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Pada kuartal pertama 2025, IDC mencatat total pengiriman sebesar 494.000 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan 116 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. Model kacamata pintar dengan fitur audio dan perekaman menjadi kategori paling dominan, dengan pengiriman mencapai 359.000 unit.
Kenaikan ini mencerminkan ketertarikan pasar terhadap perangkat yang menawarkan fungsi praktis sehari-hari. Kacamata pintar yang bisa digunakan untuk mendengarkan musik, merekam suara, atau menjalankan perintah suara kini dianggap relevan bagi konsumen modern.
Xiaomi dan Huawei Dominasi Penjualan Online
Xiaomi dan Huawei tercatat sebagai dua pemain terkuat dalam distribusi kacamata pintar melalui kanal online. Kedua perusahaan ini memanfaatkan ekosistem teknologi dan reputasi merek mereka untuk mendorong penjualan secara digital.
Selain mereka, produsen lain yang menawarkan fitur seperti penerjemahan real-time dan pelacakan kesehatan juga ikut menarik perhatian konsumen. IDC mencatat bahwa 78 persen dari total pengiriman pada kuartal pertama 2025 berasal dari perangkat dengan fitur berbasis AI. Ini menjadi bukti bahwa kecerdasan buatan telah menjadi faktor penentu dalam keputusan pembelian konsumen.
Penjualan Luring Juga Mengalami Pertumbuhan Signifikan
Tidak hanya penjualan daring yang meningkat, penjualan langsung di toko fisik juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Penjualan luring pada kuartal pertama 2025 meningkat sebesar 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa konsumen ingin merasakan dan mencoba langsung pengalaman menggunakan kacamata pintar sebelum melakukan pembelian. Selain itu, penurunan harga juga menjadikan teknologi ini lebih mudah diakses oleh masyarakat umum, tidak hanya terbatas pada pengguna teknologi tingkat lanjut.
“Baca Juga: Vivo V60 Hadir dengan Kamera Periskop, Bawa Era Zoom Baru”
Persaingan Pasar Diprediksi Semakin Ketat di 2026
Menurut analis IDC, Wang Haoyu, kacamata pintar akan semakin diminati oleh kalangan profesional, pengguna yang peduli terhadap kesehatan, serta mereka yang mencari solusi aksesibilitas. Momentum penjualan musiman pada akhir tahun juga diprediksi akan mendorong lonjakan pengiriman unit di paruh kedua 2025.
Melihat pertumbuhan cepat ini, IDC memperkirakan bahwa pada 2026 persaingan akan semakin ketat. Produsen baru kemungkinan akan masuk dengan produk yang lebih terfokus pada fungsi tertentu atau harga yang lebih kompetitif. Inovasi dalam hal desain, daya tahan baterai, dan pengalaman pengguna juga akan menjadi penentu keberhasilan di pasar yang semakin padat ini.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pasar kacamata pintar di Tiongkok mencerminkan pergeseran menuju gaya hidup digital yang lebih terintegrasi. Dengan dukungan teknologi AI dan permintaan konsumen yang terus meningkat, perangkat ini diprediksi akan menjadi salah satu segmen wearable paling berkembang dalam beberapa tahun ke depan.




Leave a Reply