Dimiscart Gallery – Paus Leo XIV menanggapi kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 13 April 2026. Ia menyatakan tidak takut pada Gedung Putih maupun tekanan politik. Pernyataan itu disampaikan saat perjalanan ke Aljazair dalam rangka kunjungan Afrika. Paus menegaskan dirinya akan tetap menyuarakan pesan Injil. Ia menyebut tugas gereja adalah menyampaikan kebenaran, termasuk soal perang. Sikap ini muncul di tengah ketegangan antara Vatikan dan pemerintahan AS.
“Baca Juga: PM Inggris Minta TikTok Stop Infinite Scroll Anak”
Seruan Perdamaian Vatikan Soroti Konflik Iran dan Global
Pada Sabtu, 11 April 2026, Paus Leo menyerukan penghentian perang dalam doa di Basilika Santo Petrus. Ia tidak menyebut negara secara langsung, tetapi pesannya merujuk konflik Iran. Paus menyatakan bahwa “khayalan kemahakuasaan” memicu perang. Ia juga meminta para pemimpin dunia mencapai kesepakatan damai. Sejak awal masa kepausannya, Leo konsisten menyerukan dialog. Ia menyoroti berbagai konflik global, termasuk Sudan, Ukraina, dan Timur Tengah. Pesan tersebut memperkuat posisi Vatikan sebagai suara moral internasional.
Trump Tolak Minta Maaf dan Perkuat Kritik Terhadap Paus
Donald Trump menolak meminta maaf atas pernyataannya terhadap Paus Leo XIV. Ia menilai Paus telah menyampaikan pandangan yang keliru terkait Iran. Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia juga memperingatkan risiko besar jika hal itu terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan pada Senin. Trump tetap mempertahankan sikap kerasnya terhadap kebijakan luar negeri. Ia bahkan menyebut Paus tidak memahami dampak keamanan global.
Kontroversi Unggahan Trump dan Reaksi Publik
Ketegangan meningkat setelah Donald Trump mengunggah gambar AI yang menampilkan dirinya seperti Yesus Kristus. Unggahan tersebut kemudian dihapus dari media sosial. Langkah itu memicu perhatian publik dan menambah kontroversi. Sebelumnya, seorang uskup Katolik di Amerika Serikat meminta Trump untuk meminta maaf. Namun, Trump menolak dan tetap pada posisinya. Peristiwa ini memperlihatkan meningkatnya tensi antara politik dan simbol keagamaan. Situasi ini juga memicu perdebatan luas tentang batas kebebasan berekspresi, sensitivitas agama, serta dampak penggunaan teknologi AI dalam menciptakan konten yang berpotensi menyinggung keyakinan publik.
“Baca Juga: Starfield di PS5 Bermasalah, Hotfix Segera Rilis”
Paus Leo Perkuat Komitmen Dorong Perdamaian Dunia
Paus Leo XIV menegaskan bahwa seruannya bukan pesan politik. Ia menyatakan bahwa ajaran Injil tidak boleh disalahgunakan. Paus berkomitmen untuk terus berbicara menentang perang. Ia juga mendorong dialog dan kerja sama multilateral antarnegara. Menurutnya, terlalu banyak korban jiwa dalam konflik global saat ini. Ia menekankan pentingnya mencari solusi damai yang adil. Sikap ini memperkuat peran Vatikan dalam diplomasi moral dunia. Ia juga mengajak para pemimpin dunia untuk mengedepankan kemanusiaan, menahan eskalasi konflik, dan mengutamakan kepentingan rakyat sipil dalam setiap pengambilan keputusan internasional.




Leave a Reply