Dimiscart Gallery – Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap aset militer Amerika Serikat di Arab Saudi. Serangan tersebut terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026. Informasi ini dilaporkan oleh media internasional, termasuk NDTV.
Target utama disebut berada di Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Lokasi ini diketahui menjadi tempat penempatan berbagai aset militer AS. Salah satunya adalah pesawat komando dan kendali E-3 AWACS.
“Baca Juga: Demo “No Kings” Meledak di AS, Protes Trump”
Pihak Iran menyatakan serangan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan. Mereka mengklaim pesawat tersebut hancur akibat serangan. Namun, klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat.
Detail Serangan Libatkan Rudal Balistik dan Drone Tempur
Menurut laporan media Iran, serangan melibatkan enam rudal balistik dan 29 drone. Kombinasi ini digunakan untuk menargetkan fasilitas strategis. Serangan disebut berlangsung dalam skala besar dan terkoordinasi.
Gambar yang dirilis Press TV menunjukkan kerusakan parah pada badan pesawat. Bagian hidung dan ekor terlihat masih relatif utuh. Hal ini menjadi bukti visual yang disampaikan pihak Iran.
Associated Press melaporkan sedikitnya 10 personel AS mengalami luka. Dua di antaranya disebut dalam kondisi serius. Selain itu, beberapa pesawat pengisian bahan bakar juga dilaporkan rusak.
Iran juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9. Selain itu, jet tempur F-16 disebut turut terkena serangan. Klaim ini belum diverifikasi oleh sumber independen.
Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Militer Amerika Serikat
Hingga kini, Komando Pusat AS belum memberikan pernyataan resmi. Ketiadaan konfirmasi membuat situasi masih belum sepenuhnya jelas. Informasi yang beredar sebagian besar berasal dari media Iran.
Korps Garda Revolusi Iran disebut menggunakan berbagai jenis rudal. Senjata tersebut mencakup jarak menengah hingga jarak jauh. Drone tempur juga digunakan dalam operasi tersebut.
Serangan ini diklaim menargetkan fasilitas yang terkait dengan kepentingan AS dan Israel. Iran menegaskan operasi tersebut sebagai bagian dari respons militer. Namun, detail kerusakan belum dapat dipastikan secara independen.
Konflik Regional Meningkat Sejak Akhir Februari 2026
Pangkalan di Arab Saudi tersebut telah beberapa kali menjadi target serangan. Hal ini terjadi sejak meningkatnya konflik pada 28 Februari 2026. Ketegangan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sejak itu, kedua pihak saling melancarkan serangan balasan. Target meliputi fasilitas militer dan pejabat strategis. Konflik kini memasuki bulan kedua dengan intensitas tinggi.
Kelompok Houthi di Yaman juga dilaporkan terlibat dalam eskalasi. Mereka menembakkan rudal ke arah Israel. Iran juga mengancam akan memperluas jangkauan serangan.
Situasi ini memperluas konflik ke berbagai kawasan di Timur Tengah. Dampaknya dirasakan oleh beberapa negara di wilayah tersebut. Ketegangan regional terus meningkat.
“Baca Juga: Game Switch 2 Digital Lebih Murah dari Versi Fisik”
Dampak Sipil dan Serangan ke Infrastruktur di Iran dan Israel
Di dalam negeri Iran, ledakan terjadi di Teheran pada Minggu pagi. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya. Lokasi kejadian berada di kawasan dekat Shaft.
Media lokal melaporkan adanya korban tambahan di wilayah lain. Beberapa daerah di utara dan barat ibu kota juga terdampak. Hal ini menunjukkan dampak konflik yang meluas.
Infrastruktur sipil turut mengalami kerusakan akibat serangan. Di Provinsi Bushehr, satu keluarga dilaporkan tewas. Fasilitas air di Khuzestan juga mengalami kerusakan.
Militer Iran menyatakan telah menyerang target di Israel. Sasaran meliputi pusat radar dan peperangan elektronik di Haifa. Selain itu, fasilitas bahan bakar di Bandara Ben Gurion juga disebut menjadi target.
Perkembangan ini menandai eskalasi konflik yang semakin kompleks. Dampaknya tidak hanya pada militer, tetapi juga warga sipil. Situasi ke depan diperkirakan masih akan berkembang dengan cepat.




Leave a Reply