Dimiscart Gallery – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melakukan latihan serangan udara yang direncanakan akan dilancarkan terhadap Venezuela dalam beberapa pekan terakhir. Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), informasi ini diperoleh dari pejabat pertahanan dan data pelacakan penerbangan. Latihan serangan udara ini menambah ketegangan yang telah meningkat antara kedua negara. Terutama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penutupan wilayah udara Venezuela.
“Baca Juga: Netanyahu Minta Ampun ke Presiden Israel Usai Terjerat Kasus Korupsi”
Ancaman Penutupan Wilayah Udara Venezuela oleh Trump
Pada Sabtu (29/11/2025), Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menutup wilayah udara Venezuela untuk semua maskapai penerbangan, pilot, pengedar narkoba, dan pedagang manusia. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan AS yang semakin keras terhadap pemerintah Venezuela, yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba ilegal. Penutupan wilayah udara ini menambah tekanan terhadap rezim Nicolás Maduro yang tengah menghadapi sanksi internasional dan kritik dari AS.
Peningkatan Kekuatan Angkatan Laut AS di Laut Karibia
Keputusan Trump untuk meningkatkan kekuatan angkatan laut AS di Laut Karibia semakin memperburuk ketegangan. Lebih dari 20 kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba telah diserang sejak September 2025, berdasarkan perintah langsung dari Trump. Peningkatan aktivitas militer AS di kawasan ini bertujuan untuk menanggulangi perdagangan narkoba, yang menurut Trump, didukung oleh pemerintah Venezuela. Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan militer AS di kawasan yang strategis. Yang semakin memicu ketegangan antara Washington dan Caracas. Meskipun Trump menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi keamanan negara. Banyak pihak yang melihatnya sebagai eskalasi yang bisa memperburuk hubungan internasional di kawasan tersebut.
Trump Mengancam Maduro dengan Gulingkan Pemerintah Venezuela
Menurut WSJ, dalam sebuah percakapan telepon rahasia minggu lalu. Trump mengancam Presiden Venezuela Nicolás Maduro dengan kemungkinan menggulingkan pemerintahannya, kecuali Maduro mengundurkan diri. Meskipun percakapan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, ancaman ini semakin memperburuk hubungan diplomatik antara AS dan Venezuela. Sebelumnya, pada Agustus 2025, AS meningkatkan hadiah untuk penangkapan Maduro menjadi USD 50 juta sebagai bagian dari upaya untuk menekan pemerintah Venezuela.
“Baca Juga: Samsung Luncurkan Chip Memori FeFET, Hemat Daya Hingga 96%”
Reaksi Keras Venezuela terhadap Ancaman AS
Menanggapi ancaman AS, pemerintah Venezuela menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan agresi kolonialis yang ilegal menurut hukum internasional. Presiden Nicolás Maduro juga telah meningkatkan kesiapsiagaan militer negaranya, menggelar serangkaian latihan militer untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan invasi. Maduro berulang kali menegaskan bahwa tuduhan terhadap pemerintahannya yang terkait dengan kartel narkoba adalah bagian dari upaya AS untuk menggulingkan rezimnya dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat, dan sementara AS melanjutkan tekanan ekonomi dan militer terhadap Venezuela, pemerintah Maduro tetap bersikukuh membantah tuduhan tersebut dan menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Venezuela.




Leave a Reply