Dimiscart Gallery – Sri Agung Handayani, Marketing Director & Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Mengonfirmasi bahwa semua model mobil Daihatsu yang beredar di Indonesia sudah kompatibel dengan bahan bakar yang mengandung etanol hingga 10 persen. Komitmen ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung transisi energi nasional dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia. Dengan kompatibilitas ini, Daihatsu siap menghadapi kebijakan pemerintah yang sedang mengkaji penerapan campuran etanol dalam bahan bakar.
“Baca Juga: PT Chery Sales Indonesia Rencanakan Pembangunan Pabrik 2023″
Komitmen Daihatsu Terhadap Kebijakan Campuran Etanol
Sri Agung menjelaskan bahwa meskipun pemerintah Indonesia sedang mengkaji penerapan bahan bakar campuran etanol hingga 10 persen (E10). Kebijakan ini tidak akan mempengaruhi kinerja mesin mobil Daihatsu. “Kami sudah mempersiapkan R&D, dan kendaraan Daihatsu kompatibel terhadap etanol maksimum 10 persen, selama oktannya sesuai yang disarankan,” kata Agung. Kompatibilitas ini berlaku untuk seluruh lini produk Daihatsu, mulai dari kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) hingga model lainnya.
Dengan memastikan bahwa kendaraan-kendaraan mereka dapat menggunakan bahan bakar berbasis etanol, Daihatsu menunjukkan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Pemerintah Indonesia Rencanakan Penerapan E10 Secara Bertahap
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta percepatan implementasi campuran etanol 10 persen (E10) dalam bensin. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat bauran energi nasional dan mempercepat hilirisasi sumber daya alam domestik, terutama bioetanol. “Penerapan E10 ini untuk mendukung ketahanan energi dan menggantikan sebagian penggunaan bensin impor,” ujar Bahlil.
Selain E10, pemerintah juga fokus pada program biodiesel 50 persen (B50) sebagai kelanjutan dari program B35 yang sudah berjalan. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Langkah Pemerintah Menuju Transisi Energi yang Lebih Ramah Lingkungan
Penerapan E10 dan B50 merupakan langkah signifikan dalam transisi energi Indonesia yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah bertujuan untuk menggantikan sebagian bahan bakar impor dengan sumber daya alam domestik yang lebih berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan penggunaan bioetanol dan biodiesel, Indonesia dapat mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada sumber daya energi tak terbarukan. Implementasi E10 diharapkan akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi polusi dan mendukung keberlanjutan energi di Indonesia.
“Baca Juga: Presiden Nintendo: Adaptasi Film Cocok dengan Game Mereka”
Daihatsu Siap Mendukung Kebijakan Energi Nasional dengan Inovasi Teknologi
Daihatsu, sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif Indonesia, terus berinovasi untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi dampak lingkungan. Dengan memastikan bahwa kendaraan mereka kompatibel dengan E10, Daihatsu memperlihatkan kesiapan dalam beradaptasi dengan perubahan regulasi dan teknologi energi baru. Hal ini tidak hanya akan mendukung tujuan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga memberi keuntungan bagi konsumen yang semakin peduli dengan pilihan bahan bakar yang ramah lingkungan.
Ke depan, seiring dengan berkembangnya kebijakan transisi energi dan penerapan bahan bakar ramah lingkungan, Daihatsu berkomitmen untuk terus menyediakan kendaraan yang efisien dan sesuai dengan standar energi yang berlaku.




Leave a Reply