Dimiscart Gallery – Varian baru Covid-19 bernama Stratus dengan kode XFG, termasuk subvarian XFG.3, kini mendominasi kasus di Indonesia. Varian ini mulai terdeteksi sejak Mei 2025 dan menjadi yang paling umum di berbagai provinsi hingga pertengahan Juni.
“Baca Juga: KPK Tangkap Bukti Baru dengan Geledah Kantor Swasta Kasus Kuota Haji”
Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (28/7/2025) mencatat penambahan 15 kasus baru Covid-19 dan 205 suspek dari 16 provinsi. Angka ini menunjukkan penyebaran aktif, meski tergolong rendah dibanding gelombang sebelumnya.
Gejala Varian Stratus XFG Lebih Ringan Namun Cepat Menular
Stratus XFG merupakan subvarian baru dari Omicron, varian yang sebelumnya mendominasi kasus global. Berbeda dari pendahulunya, Stratus memiliki gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan kelelahan. Namun, ada satu gejala unik yang menonjol: suara serak atau parau. Gejala ini bisa muncul lebih awal atau bersamaan dengan gejala lain, dan berpotensi menjadi indikator penting dalam deteksi dini.
Menurut Ciputra Hospital, Stratus XFG memiliki gejala umum sebagai berikut:
- Demam
- Badan menggigil
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Sesak napas
- Suara serak
- Diare
- Hilangnya indera penciuman dan perasa
Gejala ini umumnya berlangsung beberapa hari, tergantung daya tahan tubuh masing-masing penderita.
Kemenkes: Stratus XFG Termasuk Varian Risiko Rendah
Kemenkes menyatakan bahwa meski penyebarannya cepat, Stratus XFG masih tergolong varian dengan risiko rendah. Sebagian besar kasus yang terdeteksi bersifat ringan hingga sedang dan dapat ditangani tanpa perawatan intensif di rumah sakit.
Kemenkes juga menegaskan bahwa sistem surveilans terus diperkuat untuk memantau varian ini. Hingga pertengahan Juni 2025, Stratus telah terdeteksi di 130 negara, dengan persebaran tinggi di kawasan Eropa dan Asia. “Varian Stratus menjadi yang paling mudah menyebar dibanding varian sebelumnya,” ungkap perwakilan Kemenkes dalam konferensi pers di Jakarta.
Deteksi Dini dan Edukasi Gejala Jadi Kunci Pencegahan
Gejala suara serak menjadi perhatian khusus karena tidak umum muncul di awal infeksi Covid-19 varian sebelumnya. Masyarakat diminta untuk mewaspadai perubahan suara, terutama bila disertai gejala flu lainnya. Dokter penyakit menular menyebutkan bahwa deteksi dini melalui pengenalan gejala khas sangat membantu mencegah penyebaran. Tes antigen dan PCR tetap direkomendasikan untuk memastikan status infeksi. Edukasi masyarakat, penggunaan masker saat bergejala, serta vaksinasi booster tetap menjadi langkah pencegahan yang disarankan.
“Baca Juga: Trump Tekan Lip-Bu Tan Mundur dari Intel soal Isu Konflik China”
Langkah Selanjutnya: Perkuat Imunitas dan Pantau Perkembangan
Meski status risiko rendah, lonjakan kasus akibat varian Stratus XFG tetap perlu diantisipasi. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat sakit. Vaksinasi dosis lanjutan untuk kelompok rentan dan lansia juga kembali digalakkan. Selain itu, penting bagi publik untuk mendapatkan informasi dari sumber terpercaya, seperti Kemenkes dan fasilitas kesehatan resmi. Dengan munculnya varian baru ini, pandemi belum sepenuhnya usai. Namun, dengan kesadaran kolektif, penyebaran dapat ditekan, dan risiko komplikasi diminimalkan.




Leave a Reply